Lokasi TPA Tanjung Batu Mendesak untuk Direlokasi
H Saga.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB- Pemkab
Berau melalui Instansi terkait diharapkan dapat memperioritaskan pembebasan lahan untuk lokasi baru dijadikan
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjung
Batu Kecamatan Pulau Derawan .
Pasalnya lokasi TPA yang ada sekarang sudah
tidak layak dan diprediksi sedikit lagi akan mengenai hutan mangrove serta
berpotensi mencemari sungai dan lingkungan sekitarnya.
”Pembebasan lahan harus segera dilakukan
karena yang ada sekarang sudah tidak direkomendasikan oleh Dinas Lingkungan
Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau. Pasalnya sudah sangat dekat dengan hutan
mangrove dan dapat mencemari sungai disekitarnya,kita berharap Dinas Pertanahan
bisa merealisasikan sesegera mungkin,”demikian ditegaskan Ketua Komisi III
Bidang Pembangunan, H Saga baru-baru ini dikantornya JL Gatot Subroto.
Penyampaian aspirasi ini juga tambah Saga,
sudah pernah disampaikan kepada SKPD terkait Dinas Petanahan Kabupaten Berau.
Agar bisa mendapat perioritas pembebasan
lahan TPA sampah yang baru bagi wilayah Kecamatan Pulau Derawan tersebut, sebab
lokasi tersebut digunakan untuk menampung sampah dari Kampung Tanjung Batu dan
Kampung Pulau Derawan. “Inpormasi masyarakat kepada kami bahwasanya ahan sudah siap tinggal
pembayarannya. Dalam arti masyarakat siap memberikan lahannya tentu dengan
adanya ganti rugi dari pemerintah. Maka mereka siap menyediakan berapapun
luasan lahan yang dibutuhkan, yang penting ada dana ganti ruginya,” tandasnya.
Saga berharap pada APBD perubahan tahun 2023 ini agar bisa diprioritaskan mendapatkan anggaran. Mengingat sangat dibutuhkannya lokasi TPA, keberadannya bukan hanya daerah Kampung Tanjung Batu saja terkait TPA tersebut tetapi juga akan berkaitan dengan Kampung Pulau Derawan karena sampah dari sana dibuangnya juga ke Kampung Tanjung Batu, pengangkutannya dari Kampung Pulau Derawan dibawa ke Tanjung Batu diangkut dengan kapal.
“Sebagai kawasan
wisata, tentu pelayanan terbaik harus kita berikan, apabila sampah disana
berserakan tentu dampak negatifnya akan lebih besar untuk destinasi pariwisata
kita,” tuturnya lagi. (sep/adv)